• Integrity Convention Center
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact (Office Hour)
    021 2239 4777
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB

DO NOT DISTURBPdp. Eradi Tjandra

  • Pdp. Eradi Tjandra
  • 28 Juni 2026
  • 2PM (Ibadah Raya 4)
  • Pk. 14:00 WIB

Hampir semua orang tahu cerita Orang Samaria yang Murah Hati (Lukas 10:25-37). Cerita ini begitu terkenal sampai masuk ke dalam sistem hukum Amerika, yang dinamakan Good Samaritan Law.

Tujuannya, mendorong orang untuk menolong tanpa takut dituntut kalau menolong seseorang dan dalam prosesnya terjadi kesalahan, tidak bisa digugat. Beberapa negara bagian bahkan lebih jauh mewajibkan warganya menolong atau minimal menghubungi 911, kalau tidak, didenda. Tapi ini hanya segelintir. Sebagian besar Amerika? Tidak ada kewajiban hukum apa pun. Bisa melihat seseorang terluka di pinggir jalan, dan jalan terus, tidak ada satu pasal pun yang bisa menyentuh.

Hukum bisa melindungi kamu kalau kamu memilih untuk menolong, tetapi hukum tidak bisa memaksamu untuk peduli. Dan di sinilah Yesus datang dengan sebuah cerita, bukan tentang kewajiban hukum, tetapi tentang sesuatu yang jauh lebih dalam daripada itu.

Lukas 10:25-37
Orang Samaria yang murah hati -- Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Firman Tuhan hari ini berbicara tentang apa yang Yesus katakan tentang kasih:
• Love is Proven, Not Just Proclaimed
Ahli Taurat bukan orang jahat, dia bukan orang yang tidak kenal Tuhan. Justru sebaliknya, dia adalah orang yang paling tahu firman Tuhan di zamannya. Karakter ahli Taurat: Hapal seluruh Taurat; hidupnya dibangun di atas hukum Allah tetapi dia datang untuk mencobai Yesus, bukan untuk belajar, namun untuk menjebak. Ketika Yesus membalik pertanyaan, dia menjawab sempurna, tetapi untuk membenarkan dirinya sendiri dia bertanya, "Siapakah sesamaku manusia?" Bukan karena tidak tahu, tetapi ingin mempersempit seberapa sedikit yang bisa dia lakukan dan tetap dianggap benar?

Imam di zaman Yesus dibagi dalam 24 regu imam, sistem yang ditetapkan sejak zaman Daud (1 Tawarikh 24). Setiap regu bertugas di Bait Allah selama satu minggu, dua kali setahun. Di luar jadwal itu, mereka kembali ke kota asal masing-masing. Menyentuh orang mati = najis. Bayangkan kalau kita jadi imam itu? Bayangkan cuma punya dua kali kesempatan per tahun untuk ke gereja dan orang-orang ingin datang untuk mendengar pengkhotbah favorit, didoakan, dilayani, dan lain-lain. 

Lewi = datang ke tempat itu. Imam = melihat dari jauh, langsung menyeberang. Lewi: datang lebih dekat, melihat, tetap menyeberang. Lewi bahkan lebih tidak bisa berdalih, sebab dia sudah melihat dari dekat.

Seolah mereka angkat tanda “Do Not Disturb”. Dalam bahasa modern, mereka mengaktifkan mode Do Not Disturb. Jangan ganggu aku. Aku sedang sibuk. Aku sedang menjalani hidupku sendiri. Kamu bukan bagian dari rencanaku hari ini.

C. S. Lewis pernah berkata, “Yang terpenting, jika kita bisa, adalah berhenti memandang semua hal yang tidak menyenangkan sebagai gangguan dari kehidupan kita yang 'sesungguhnya.' Sebab kenyataannya, apa yang kita sebut sebagai gangguan — itulah justru kehidupan nyata kita — kehidupan yang Tuhan kirimkan hari demi hari. Sedangkan apa yang kita anggap sebagai 'kehidupan nyata' kita — tidak lebih dari bayangan yang kita ciptakan sendiri dalam imajinasi kita.”

Imam tadi punya agenda hari itu. Orang Lewi juga punya rencana. Ada tempat yang harus mereka tuju. Ada hal-hal penting yang harus diselesaikan. Dan orang terluka di pinggir jalan itu? Dia adalah interupsi yang tidak ada di jadwal mereka. Tetapi justru interupsi itulah yang Tuhan kirim.

Bagaimana dengan kita? Kita semua punya goal, mau ini dan itu, tetapi sering terinterupsi. Pertanyaannya bukan: apakah kamu akan diinterupsi hari ini. Pertanyaannya adalah: apa yang akan kamu lakukan ketika interupsi itu datang? Karena kasih yang sejati tidak menunggu momen yang nyaman. Kasih yang sejati tidak hanya ada di dalam kata-kata dan pengakuan iman. Kasih yang sejati bergerak, bahkan ketika tidak ada dalam jadwal.

Melalui cerita Orang Samaria yang Murah Hati ini, Tuhan mengajarkan bahwa Kasih Dibuktikan, Bukan Diucapkan.

• Love Breaks Barriers
Kita perlu berhenti sebentar dan memahami konteks yang sering kita lewatkan. Siapa orang Samaria itu? Mengapa kehadirannya dalam cerita ini begitu mengejutkan, bahkan provokatif?

Ini bukan sekadar dua kelompok yang tidak saling suka. Pada abad ke-8 SM, kerajaan Israel pecah, wilayah utara ditaklukkan Asyur. Terjadi percampuran ras, budaya, agama. Di mata Yahudi: pengkhianat darah dan iman. Orang Samaria membangun Bait Allah tandingan di Gunung Gerizim. Bagi Yahudi: penghinaan tertinggi. Kebencian ini bukan prasangka sosial biasa, ini luka sejarah ratusan tahun. 

Yesus menjadikan orang Samaria sebagai pahlawan = provokasi yang disengaja. Dalam konteks Indonesia hari ini, setara dengan musuh bebuyutan yang justru paling mencerminkan kasih Allah.

Tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ini respons dari dalam, bukan dari kewajiban. Dia tidak bertanya dulu: siapa orang ini? Agamanya apa? Sukunya apa? Dia melihat, dan bergerak.

Pertanyaan penting bagi kita hari ini dalam hal mengasihi: Siapa yang diam-diam sudah kamu singkirkan karena status ekonominya? Orang Samaria tidak bertanya dulu berapa penghasilan orang yang terluka itu.

Di Jakarta kita hidup berdampingan dengan puluhan etnis setiap hari. Injil tidak mengenal SARA (suku, agama, ras, antar-golongan). Kalau kasihmu hanya mengalir kepada orang yang sepertimu, maka itu bukan kasih seperti Injil.

Kita hidup di era personality test ada di mana-mana, seperti MBTI, Enneagram, DISC, dan lain-lain, dan semua itu bukan hal yang buruk. Mengenal diri sendiri adalah sesuatu yang baik dan penting. Tetapi ada sesuatu yang mulai terjadi yang perlu kita perhatikan bersama. Personality type yang seharusnya menjadi alat untuk kita lebih baik terhubung dengan orang lain, malah mulai dipakai sebagai alasan untuk tidak terhubung.

"Saya kan introvert, saya tidak bisa dipaksa untuk peduli dengan banyak orang. Saya perlu waktu sendiri."

"Saya tipe D, dominan, to the point. Saya memang tidak sabaran dengan orang yang lambat. Itu memang karakter saya."

"Saya highly sensitive person, saya perlu melindungi energi saya dari orang-orang yang toxic."

Orang Samaria dalam cerita ini mungkin juga introvert. Mungkin dia juga lelah setelah perjalanan panjang. Mungkin dia punya agenda hari itu yang harus diselesaikan. Mungkin menolong orang yang terluka dan najis itu sangat menguras energinya. Tetapi firman berkata: tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Dan dia bergerak. Personality type adalah deskripsi tentang siapa kamu; bukan izin untuk tidak mengasihi. Injil memberi kita panggilan untuk mengasihi melampaui batasan. Bagaimana dengan kita? Minimal kita bisa mengasihi dengan mencari teman kita yang terhilang, yang mungkin tidak dihiraukan orang lain.

Profesor Mark Allan Powell pernah menggambarkan perumpamaan Orang Samaria yang Murah Hati di dua konteks yang berbeda. Pertama, di seminary di Amerika, dan setiap mahasiswanya tanpa kecuali mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Samaria. Mereka merasa ditantang. Mereka mau pergi dan melakukan hal yang sama. Menjadi penolong. Menjadi pahlawan cerita.

Tetapi kemudian profesor itu Powell mengajar perumpamaan yang sama di seminary di Afrika. Dan jawabannya sama sekali berbeda. Mahasiswa di Afrika tidak mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Samaria. Mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai orang yang tergeletak di pinggir jalan itu. Perspektif Afrika itu jauh lebih jujur secara teologis. Karena renungkan sejenak. Siapa sebenarnya kita dalam cerita ini?

Mungkin kita berpikir, saya harus lebih banyak bertindak. Saya harus melampaui batas. Saya harus seperti orang Samaria yang murah hati itu. Tetapi Yesus juga bercerita tentang seseorang yang tidak bisa melakukan apa-apa. Setengah atau hampir mati. Tidak bisa bergerak. Tidak bisa menolong dirinya. Tidak punya pilihan siapa yang menolongnya. Tidak juga bisa menentukan syarat-syarat cara orang menolongnya.

Itulah mungkin kondisi kita yang sesungguhnya. Kita tidak seperti orang Samaria, di cerita ini kita digambarkan sebagai orang yang tergeletak di pinggir jalan.

• Love On the Line
Kasih yang mempertaruhkan segalanya. Ini adalah firman “pedang bermata dua”. Bukan hanya tentang apa yang harus kamu lakukan sebagai respons kasih-Nya, tetapi tentang mengapa kamu melakukannya?

Karena ada Seseorang yang sudah duluan mempertaruhkan segalanya. Menembus setiap batas (sosial, ritual, finansial, keamanan diri-Nya sendiri) untuk kita yang tergeletak, yang tidak punya apa-apa untuk diberikan kepadanya. Itu bukan kewajiban. Itu bukan hukum yang memaksa. Itu kasih. Kasih-Nya.

Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

GBI PRJ

Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ

Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ

Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ

Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ

Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ

GBI PRJ Pluit

Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit

Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit

Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit

Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit

Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit

GBI PRJ Mandarin Service

Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service

Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service

Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service

Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service

GBI HCR (Hawaii City Resort)

Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival

Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival

Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival

Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival

Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival

GBI Alam Sutera Mall

Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall

Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall

Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall

Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall

Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall

GBI Intercon

Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon

Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon

Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon

Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon

Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon

GBI St. Moritz

Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz

Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz

Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz

Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz

Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz

NOW AVAILABLE Mobile Apps GBI PRJ (CK7)

CK7 GROUP

  • Service :
  • Ibadah Raya
  • 2PM Young Adult Service
  • 3:16 Youth English Ministry
  • Junior Church
  • Sekolah Minggu
  • Joshua Generation Kid's Church (JGKC)
  • Little Blessing Toddler
  • King's Kids
  • Women Of Integrity (WOI) Setiap Kamis, Minggu ke 4 Pk. 10.00 WIB
  • Cancer Ministry
    Setiap Sabtu, Minggu Ke 3 Pk. 10.30 WIB
  • UMAS
    Setiap Sabtu, Minggu terakhir Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Mall Mega Glodok Kemayoran Lt. 9 - 10, Jl. Angkasa Kav. B - 6, Kemayoran, Jakarta Pusat - 10610
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Youth
  • Setiap Sabtu, Minggu Ke 2 & 4 Pk. 17.00 WIB
  • Junior Church (Pk. 09.00 & 11.00 WIB)
  • Sekolah Minggu
    (Pk. 07.00, 09.00, 11.00, 16.00 WIB)
  • Little Blessing Toddler
    (Pk. 09.00, 11.00, 16.00 WIB)
  • King's Kids (Pk. 09.00 WIB)
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Selasa, Minggu ke 2 Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Grand Intercon, Komp. Intercon Plaza Blok G No. 1 - 12, Jl. Meruya Hilir Raya No. 14 RT. 1 RW 9, Kebon Jeruk, Jakarta Barat - 11630
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Mall Mega Glodok Kemayoran Lt. 9, Jl. Angkasa Kav. B - 6, Kemayoran, Jakarta Pusat - 10610
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya (Pk. 09.00, 11.00, 13.00, 15.00, 17.00 & 19.00 WIB)
  • Youth (Setiap Minggu Pk. 17.00 WIB)
  • Junior Church
  • Sekolah Minggu
  • Little Blessing Toddler
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Rabu, Minggu ke 4 Pk. 10.30 WIB
  • Address :
  • Lippo Mall Puri Lantai LG - 103C, 105A, 105B & 106, Jl. Puri Indah Raya, CBD West, Jakarta Barat - 11610
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Junior Church (Pk. 11. 00 WIB)
  • Sekolah Minggu
  • Little Blessing Toddler
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Rabu, Minggu ke 2 Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Pluit Village Mall Lt. 2 Unit 63 A - B, Jl. Pluit Indah Raya, Penjaringan, Jakarta Utara
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Youth (Setiap Minggu Pk. 16.30 WIB)
  • Sekolah Minggu (Pk. 08.00 & 10.00 WIB)
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Sabtu, Minggu Ke 2 Pk. 19.00 WIB
  • Address :
  • Royal Palm Hotel & Conference Center Cengkareng, Blk. C1, Jkt Outer Ring Road Jl. Taman Palem Mutiara, Cengkareng Tim., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Youth Service
  • Setiap Sabtu, Minggu Ke 2 & 4 Pk. 17.00 WIB
  • Junior Church (Pk. 09.00, 11.00, 15.00 WIB)
  • Sekolah Minggu
  • Little Blessing Toddler
  • King Kids (Pk. 09.00 WIB)
  • Women Of Integrity (WOI)Setiap Selasa, Minggu Ke 3 Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Mall Alam Sutera Lt. 1 Unit 01 - AT - 02A, Jl. Jalur Sutera Barat Kav. 16 Alam Sutera, Tangerang - 15143
  • Lihat Lokasi