Jika Tuhan Yesus telah hidup secara terpuji, hendaknya demikian juga dengan kita hidup secara terpuji, dan orang-orang lain dapat melihat hidup kita sehingga memuliakan Allah. Bukan hidup sembarangan.
1 Korintus 9:25-27
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Ayat terakhir di atas (ayat 27) menjadi pengingat yang sangat kuat, khususnya bagi setiap hamba Tuhan dan pemberita Injil, maupun kita semua agar jangan sampai setelah memberitakan firman kepada banyak orang, justru diri sendiri tidak berkenan di hadapan Tuhan.
Dalam Perjanjian Lama, Tuhan berfirman, "Aku mengenal engkau sejak dalam kandungan ibumu" (Yer. 1:5). Namun, dalam Perjanjian Baru, terdapat peringatan bahwa Tuhan dapat berkata, "Aku tidak pernah mengenal engkau! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan" (Mat. 7:23)! Hal ini menjadi peringatan keras bagi kita agar setiap orang percaya tetap hidup setia serta berkenan kepada-Nya.
Rasul Paulus juga menegaskan pentingnya menguasai diri dalam segala hal. Dalam Galatia 5:22, Alkitab menggunakan istilah "buah Roh", bukan "buah-buah Roh", yang menunjukkan bahwa seluruh karakter tersebut merupakan satu kesatuan. Artinya, seseorang yang memiliki kasih juga harus memiliki penguasaan diri, demikian pula dengan sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, dan kesetiaan.
Galatia 5:22
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan.
Sesuatu sering kali terjadi tanpa peringatan. Tetapi, hendaklah kita tahu Tuhan menguji kita, bukan mencobai kita. Di kala ujian itu terjadi, hendaklah kita tidak hidup sembarangan, namun hidup dengan penguasaan diri. Seperti petinju yang memukul dengan kalkulasi yang terukur dan tidak melontarkan pukulan yang sembarangan, memiliki penguasaan diri berarti kita menghargai dan menganggap penting kasih karunia Tuhan. Maka, berkat akan turun bagi hamba-hamba Tuhan yang hidup berkenan kepada-Nya.
Bentuk-bentuk Contoh Hidup yang Sembarangan:
• Hidup Mengutamakan Kedagingan
1 Korintus 10:14
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!
1 Petrus 4:2-3
Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan y manusia, tetapi menurut kehendak Allah. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
Yesus menegaskan, Dialah satu-satunya jalan menuju keselamatan. Banyak orang mengutamakan harta, menyembah berhala, dan hal-hal fana yang lainnya. Namun, hendaklah kita mengutamakan Tuhan di atas segalanya, karena hanya Dialah jalan menuju keselamatan serta kehidupan yang kekal.
• Hidup Dalam Keserakahan
Efesus 5:5
Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
Di zaman sekarang, banyak orang mengejar kekayaan dengan menghalalkan berbagai cara. Fokus hidupnya hanya diarahkan pada keuntungan duniawi tanpa mempedulikan kehendak Tuhan. Selain itu, mereka juga mungkin memilih pergaulan, pekerjaan, maupun pasangan yang salah. Pilihlah pasangan, pergaulan, serta pekerjaan yang benar, terutama yang dari Tuhan. Utamakan Dia dalam hidup kita.
Firman Tuhan mengingatkan, keserakahan sama dengan penyembahan berhala. Tuhan berjanji mencukupkan kebutuhan anak-anak-Nya, sehingga kita tidak perlu hidup dikuasai oleh keinginan akan harta yang mungkin hanya mampu memuaskan secara sesaat. Jadikan Tuhan sebagai tujuan utama hidup agar setiap langkah kita berkenan kepada-Nya, dan memperoleh bagian dalam kerajaan Allah. Bersyukur dan banggalah apabila Tuhan Yesus ada dalam hidup kita.
• Hidup Tidak Bersedekah
Lukas 12:31-34
Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Janganlah serakah, melainkan bersedekahlah. Hidup berkelimpahan di dalam Tuhan tidak diukur dari seberapa banyak harta yang kita kumpulkan, tetapi dari hati yang mau menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Bersedekah adalah wujud nyata dari kasih, rasa syukur, dan kepercayaan bahwa Tuhan adalah sumber pemeliharaan hidup kita. Jangan pula membanding-bandingkan diri dengan keadaan maupun kekayaan orang lain. Ketika kita mengutamakan kerajaan Allah dan tidak melekat pada kekayaan dunia, sesungguhnya kita sedang menyimpan harta yang kekal di surga.
Hidup ini singkat, hidup ini indah, dan hidup ini berharga.
Marilah hidup dengan satu tujuan, yaitu untuk kemuliaan nama Tuhan, maka kita akan bisa menjalani kehidupan ini dengan penguasaan diri, bukan dengan sembarangan, sehingga semua yang kita lakukan dapat berkenan di hadapan Tuhan, menjadi berkat bagi orang lain, serta mendapatkan tempat di kerajaan Allah yang kekal nanti.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



