Orang Farisi percaya Tuhan, hapal tentang liturgi, tetapi tidak mau bertobat secara terus-menerus. Yesus menyelamatkan orang-orang yang ingin diselamatkan, ingin bertobat.
Pertobatan adalah sebuah perubahan mulai dari pikiran, hati dan arah hidup secara total. Pertobatan terjadi terus-menerus dan menjadi syarat untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Dosa membuat hidup kita menjauh dari Tuhan. Mari renungkan, sudah berapa kali kita hidup terus-menerus dalam dosa?
Matius 4:17
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
Lukas 16:19-25
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Lukas 16:19-21
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Tuhan ingin kita berlajar tentang sebuah perbedaan Orang Kaya dan Lazarus;
Orang Kaya tidak memiliki nama -
Orang kaya bersukaria dalam kemewahan –.
Orang kaya ingin dihormati dan dihargai –
Tiap hari menikmati makanan yang berlimpah – Tiap hari menantikan remah-remah makanan yang jatuh dari meja.
Eleazer (Ibrani) artinya Tuhan telah menolong. Lazarus adalah seorang pengemis. Lazarus mengemis di pintu gerbang. Lazarus tidak dipandang dan sangat direndahkan.
Keduanya mengenal Allah dan dikenal oleh Allah. Tetapi kehidupanntya sangat berbeda. Apa yang Tuhan inginkan?
God’s Grace (Anugrah Tuhan) terbagi menjadi dua;
Common Grace; hal-hal umum yang kita terima seperti, kesehatan, nafas kehidupan.
Special Grace; Sesuatu yang personal. Ketika kita sudah diselamatkan, jangan lagi kembali berbuat dosa, ciri seorang murid adalah selalu ingin belajar. Dalam special grace ini ada yang harus kita lakukan agar kita tetap konsisten.
Apa yang didapat oleh orang kaya tadi? Dia mendapatkan kepuasan, kebahagian yang hanya berpusat pada diri sendiri. Ketika Tuhan memberikan anugerah kepada kita, bukan untuk kita nikmati sendiri.
Jangan hanya memanfaatkan anugerah Tuhan dalam hidup, tetapi manfaatkan hidupmu untuk tidak menyia-nyiakan anugerah Tuhan. Kita hidup bukan obsesi akan apa yang kita mau, tapi untuk fokus akan potensi-potensi yang Tuhan berikan,
Apa yang kita pikirkan dan lakukan setiap hari akan menetapkan tempat kita berada nantinya. Fokus orang kaya itu hanya fokus akan kekayaan di bumi, tidak mau bertobat. Hingga akhirnya dia datang ke alam maut (Bahasa Yunani – hades). Tetapi Lazarus, walaupun menderita dia tetap setia kepada Tuhan. Hingga dia masuk ke sorga.
Lukas 16:22-23
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Perhatikan apa yang kita nikmati pada saat diberkati di bumi;
• Pergunakan hidup, waktu dan berkat Tuhan untuk memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan, bukan untuk dinikmati sendiri.
• Bersabarlah dalam menanggung penderitaan, sebab ini belum akhir dari hidup kita.
• Pikul salib masing-masing dengan hidup takut akan Tuhan, yang harus melebihi dari segala sesuatu yang kita hadapi.
Lukas 16:24-25
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita
Bukan tentang apa yang dilakukan oleh orang kaya sehingga dia masuk neraka, tetapi apa yang tidak dia lakukan yang membawa dia ke neraka. Orang kaya ini adalah sebuah cermin. Dia tidak ingin melakukan apa yang Tuhan inginkan. Yang Tuhan inginkan bukan tentang pelayanan, tetapi tentang hal mengampuni.
Orang-orang yang masuk ke dalam neraka adalah orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, sehingga namanya tidak tertulis dibuku kehidupan. Lalu, orang-orang yang tidak membaca, mendengar atau melakukan firman Tuhan.
Lakukan dan Jangan lakukan;
- Jangan sampai kekayaan duniawi melebihi,
- Kekayaan dalam kekekalan
- Jangan sampai penampilan di hadapan manusia melebihi,
- Penampilan di hadapan Tuhan
- Jangan sampai kehidupan pesta pora melebihi,
- Persekutuan pribadi dengan Tuhan
- Jangan menutup hati untuk berbelas kasihan melebihi,
- Kasih kepada Tuhan
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



