Sebagai orang percaya, kita harus mengucap syukur karena memiliki Tuhan Yesus yang rela mati buat kita dan menebus dosa-dosa kita. Melalui momen kebangkitan-Nya dari antara orang mati serta peringatan kenaikan Tuhan Yesus, hari-hari ini kita dapat menyaksikan dan mengalami pencurahan Roh Kudus yang begitu hebat buat kita semua. Berdasarkan Roma 6:17-18, Tuhan merindukan kita tidak lagi menjadi hamba dosa, melainkan hamba kebenaran dalam kehidupan.
Roma 6:17-18
Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
Tiga kerinduan Tuhan agar kita dapat menjadi orang-orang yang berkenan di hadapan-Nya:
• Keinginan Kuat untuk Bertumbuh dalam Iman Menjadi Dewasa Rohani
Kerinduan pertama yang Tuhan inginkan dari setiap pribadi adalah memiliki hasrat dan dorongan yang kuat untuk mengalami pertumbuhan iman menuju kedewasaan rohani. Tuhan tidak menghendaki anak-anak-Nya menetap dalam fase "bayi rohani" yang terus-menerus membutuhkan konsumsi rohani yang mendasar atau sekadar "susu rohani".
Berdasarkan Ibrani 5:11-14, ada teguran bagi mereka yang ditinjau dari sudut waktu seharusnya sudah menjadi pengajar, namun ternyata masih memerlukan asas-asas pokok penyataan Allah.
Ibrani 5:11-14
Peringatan supaya jangan murtad -- Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
Beberapa ciri karakteristik sikap kekanak-kanakan yang harus diubah menjadi kedewasaan:
- Mudah Ngambek
Karakter anak kecil adalah sedikit-sedikit ngambek, sedikit-sedikit protes, dan kemarahannya meledak-ledak.
- Egois dan Kurang Empati
Hanya memikirkan diri sendiri, sulit memahami perasaan orang lain, serta selalu ingin menjadi pusat perhatian.
- Tidak Berpikir Panjang
Anak kecil cenderung bertindak tanpa pertimbangan matang atau pokoknya “sikat” saja terus. Berbeda dengan orang dewasa yang penuh pertimbangan.
- Sering Menyalahkan Orang Lain
Cenderung menyerang balik ketika dikritik atau saat mendengarkan firman Tuhan yang menegurnya, termasuk melalui komentar-komentar balasan di media sosial.
Sebaliknya, orang yang dewasa rohani adalah yang memakan makanan keras dan memiliki pancaindera terlatih untuk membedakan mana yang baik, mana yang jahat. Melalui pancaindera yang terlatih, orang dewasa rohani dapat memahami perkenanan Tuhan, mengerti mana yang harus dilakukan dan yang tidak boleh, serta tidak lagi hidup jatuh-bangun dalam dosa.
Mereka mengarahkan pikiran pada perkara yang di atas, mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, serta memikirkan orang banyak untuk menjadi berkat melalui tanggung jawab serta pengorbanan. Kedewasaan ini bukan ditentukan oleh umur biologis, lamanya bergereja, atau merasa kenal Tuhan, melainkan keputusan untuk bertumbuh dan menyucikan diri dari hal-hal yang jahat agar layak dipakai sebagai perabot mulia bagi pekerjaan-pekerjaan yang mulia juga (2 Timotius 2:21).
• Fokus Hidup Hanya kepada Tuhan di Tengah Krisis dan Pergumulan
Kerinduan yang kedua dari Tuhan bagi kehidupan kita adalah senantiasa memelihara fokus hanya kepada Dia, baik saat diberkati maupun saat menghadapi pergumulan ataupun krisis.
Di tengah situasi dunia yang ditandai ketidakpastian hari-hari ini, dalam bisnis, keuangan, peperangan di Timur Tengah, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kenaikan harga minyak mentah yang membuat suasana menjadi kacau, Tuhan memberikan jalan keluar yang jelas melalui 1 Petrus 4:7.
1 Petrus 4:7
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Ketika masalah terjadi dalam kehidupan kita, kita tidak boleh panik. Kepanikan akan membuat kita tidak fokus kepada Tuhan, menjadi bingung sendiri, dan tidak menemukan solusi. Kita diajak untuk menguasai diri, dan menjadi tenang agar dapat berdoa, karena jarak antara kita dengan Tuhan hanya sejauh doa.
Yakobus 1:6-8
Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Berdasar ayat itu, pergumulan hidup harus dihadapi dengan meminta dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang. Orang yang bimbang ibarat seperti gelombang laut yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin, di mana omongan dari orang lain dengan mudah membingungkannya. Firman Tuhan menegaskan, orang yang bimbang dan mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya, dan tidak akan menerima sesuatu dari Tuhan.
Tuhan tidak pernah menjanjikan langit selalu biru atau jalan selalu lurus, tetapi Dia menjanjikan penyertaan-Nya yang sempurna. Melalui janji-Nya di Yeremia 33:3, Tuhan berjanji, berserulah kepada-Nya, maka Ia akan menjawab dan memberitahukan hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kita ketahui.
Titik balik kelahiran baru saya terjadi pada tahun 2003. Sebelum bertobat, hidup saya hanya dipenuhi fokus pada uang, jabatan, dan dunia malam sehingga sering berbohong kepada istri saya. Namun, melalui doa yang tekun dari istri saya, Tuhan menjawab bukan dengan hal sepele, melainkan mengizinkan pergumulan yang membawa pertobatan total hingga akhirnya Tuhan mempercaya saya menjadi hamba Tuhan dan menggembalakan gereja—sebuah perkara besar yang tidak pernah saya doakan ataupun terpikirkan sebelumnya.
• Senantiasa Terang Kita Bercahaya di Depan Semua Orang
Kerinduan yang ketiga dari Tuhan adalah agar senantiasa terang kita bercahaya di depan orang, sehingga mereka dapat melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa yang di surga. Menjadi terang merupakan panggilan mutlak yang harus dipraktikkan di manapun kita berada—kantor, gereja, rumah tangga. Di manapun.
Matius 5:16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Berdasarkan Kisah Para Rasul 1:8, penugasan sebagai saksi serta terang memiliki lingkup yang berurutan:
- “Yerusalem”
Berbicara mengenai lingkungan keluarga. Sehebat apa pun karier serta pelayanan seseorang, jika keluarganya hancur, maka nilainya mungkin nol di hadapan Tuhan. Keluarga adalah tempat utama terang kita seharusnya terlebih dulu bercahaya.
- “Yudea”
Berbicara mengenai lingkungan komunitas rohani serta gereja. Di komunitas seperti kelompok sel (COOL), jadilah berkat dan jangan jadi seorang penggosip yang membuat orang lain tidak nyaman atas kehadiran kita.
- “Samaria” sampai ke Ujung Bumi
Berbicara mengenai orang-orang yang belum percaya, tempat kerja, tempat arisan, dan bisnis atau usaha. Anak Tuhan harus punya integritas yang tinggi, kejujuran yang tulus, melakukan yang terbaik, serta bekerja dengan semangat yang luar biasa, seolah-olah melakukannya untuk Tuhan, bukan karena melihat upah yang kecil.
Namun ingat, semua perbuatan baik ini bukan karena kuat dan gagah kita, melainkan karena kita telah dipilih, diselamatkan dari neraka melalui penebusan Yesus, dan diberi kuasa melalui pencurahan Roh Kudus.
Roh Tuhan ada pada kita untuk mengurapi kita menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang miskin, tertindas, dan tidak berdaya. Kita diutus untuk menjadi saksi nyata melalui empati dan tindakan kasih.
Lukas 4:18-19
Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku , untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



