Saat kita tidak merasa tidak pernah salah, maka kita akan berkata: “Ini bukan salah saya!” Hati-hatilah dengan sikap yang seperti begitu, terutama bagi kita para wanitanya Allah.
Kejadian 3:8-9
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
Dalam ayat ini, menggambarkan pergaulan yang intim antara Adam, Hawa, dengan Allah. Namun, di saat itu, manusia bersembunyi, maka Allah mencari mereka, dengan bertanya, “Di manakah engkau?” Artinya, Allah sedang bertanya di mana arahmu?
Dosa itu adalah tidak berada di jalan yang tepat.
Karena manusia jatuh dalam dosa dengan melanggar perintah Allah, maka bersembunyi. Adam menjawab dengan menyalahkan Hawa, lalu Hawa mempersalahkan ular. Betapa manusia suka menyalahkan orang lain, karena tidak melakukan tanggung jawabnya.
Kejadian 3:10-11
Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi. Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
Kejadian 3:12-13
Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”
Betapa sering kita menyalahkan orang lain. “Suami saya menghancurkan hidup saya! Karena suami saya tidak dapat mencukupi kebutuhan saya, maka saya banyak utang! Hubungan saya dengan suami memburuk karena dia tidak mau konseling. Gereja dan komunitas ini membuat saya tidak dapat bertumbuh.”
Menuduh dan menyalahkan bisa menciptakan ilusi ketidakberdayaan (mentalitas korban, atau bahwa sebagai “princess yang tidak pernah salah”), karena kita menganggap dan merasa kita tidak punya pilihan. Maka, menyalahkan menjadi penghibur bagi kita, setidak-tidaknya untuk sementara waktu, dengan ilusi bahwa kita sedang memegang kendali
• Jangan berpikir bahwa jika keadaan saya berbeda, saya pun akan berbeda.
Keadaan tidak membuat saya seperti ini, keadaan hanya menyingkapkan siapa saya. Jangan berkata seperti ini:
“Saya tidak akan seperti ini…, jika…”
“Saya seperti ini… karena dia…”
“Saya hanyalah korban dari keadaan ini.”
“Saya tidak bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan sekarang ini.”
Seandainya… Saya akan lebih bahagia…”
Kebahagiaan atau kesengsaraan tergantung dari karakter kita, bukan pada keadaan kita. Allah berkata bahwa kita bertanggung jawab atas respons atau kehidupan kita sendiri, kita bukan korban atas kesalahan atau kegagalan orang lain. Jadi, jangan menyalahkan orang lain. Katakan seperti ini:
“Saya mungkin tidak bisa mengendalikan keadaan saya, tapi keadaan saya tidak harus mengendalikan saya.”
“Semua keadaan yang menyentuh kehidupan saya atas seizin Allah, telah disaring oleh jari- jemari kasih Allah.”
“Jika saya tidak puas dengan keadaan saya saat ini, kemungkinan besar saya tidak akan bahagia juga dalam keadaan lain. Kalau saat ini kita tidak bahagia, maka jangan berpikir di waktu lain saya berbahagia.”
Filipi 4:11-12
Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
Hidup kita tercermin di dalam dan di luar seharsunya adalah sama, maka dengan demikian akan menjadi otentik.
• Jangan berpikir bahwa saya tidak harus menderita.
Betapa sering kita berpikir bahwa salah dan masalah akan mendatangkan penderitaan. Sebab, penderitaan bisa menjadi pintu masuk bagi keakraban yang lebih besar dengan Allah.
Jadi, keamanan, kemakmuran dan kesehatan fisik bukan semata-mata bukti dari berkat Tuhan.
Allah lebih peduli dengan kekudusan kita daripada kebahagiaan instan dan sementara. Tanpa kekudusan, kita tidak pernah sungguh-sungguh bahagia.
Sesungguhnya hampir mustahil dapat menjadi kudus tanpa penderitaan. Kekudusan membuat kita dibersihkan, dilepaskan dari dosa.
Sukacita sejati bukanlah ketiadaan penderitaan, melainkan kehadiran Kristus di tengah-tengah penderitaan. Di tengah kesusahan kita, ada Tuhan.
Kebenarannya, bahwa penderitaan kita mungkin seumur hidup, tetapi pasti suatu hari semua ini semua akan berakhir. Keadaan yang menyakitkan bagi kita tidak akan berakhir satu momen lebih lama daripada tujuan akhir-Nya di dalam maupun melalui kehidupan saya.
2 Korintus 4:16-17
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Apa pun keadaan saya, bagaimana pun situasi saya, kasih karunia-Nya cukup bagi saya.
Mazmur 23:1
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
2 Korintus 12:9
Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.
• Ambillah tanggung jawab atas hidup kita.
Saya punya pilihan. Tidak seorang pun bertanggung jawab atas keputusan dalam hidup saya kecuali saya sendiri.
Kita sering berpikir kalau saja orang lain mau berubah, segala sesuatu pasti indah.
Sesungguhnya, perubahan dimulai dari saya. Karena saya adalah bagian dari masalah tersebut.
Tuhan justru dapat membuat kita berubah melalui masalah.
Filipi 2:13
Karena Allahlah yang memberikan kemauan bahkan kemampuan kepada kita masing-masing untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hati-Nya.
(Versi NIV):
It is God who works in you to will and to act in order to fulfill his good purpose.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



