Nabi Yeremia menuliskan surat bagi orang-orang Israel yang sedang mengalami pembuangan dan pengasingan di Babel oleh raja Nebukadnezar, peristiwa ini terjadi akibat dosa dan pemberontakan umat-Nya yang meninggalkan Tuhan.
Namun, apa pun yang mereka alami itu bertujuan untuk mendidik dan memurnikan, karena Tuhan akan membawa mereka kembali pada rencana dan kehendak-Nya yang penuh dengan harapan.
Yeremia 29 : 11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Rancangan Tuhan selalu lebih tinggi, lebih baik, dan lebih sempurna daripada rancangan kita. Sebagai manusia, kita sering menyusun rencana berdasarkan apa yang kita lihat, pikirkan, dan inginkan. Namun kenyataan tidak berjalan sesuai apa yang kita rencanakan dan harapkan.
Firman Tuhan mengingatkan kita bahwajalan dan rancangan-Nya jauh melampaui pemahaman manusia. Karena itu, setiap orang percaya diajar untuk mempercayai Tuhan, menyerahkan seluruh area hidup kepada-Nya, dan mengizinkan Dia menggenapi rencana-Nya dalam setiap musim di hidup kita.
Yesaya 55 : 8 - 9
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Keterbatasan manusia tidak dapat mengukur hikmat Allah yang tidak terbatas. Apa yang tampak baik menurut manusia belum tentu yang terbaik menurut Allah. Sebaliknya, apa yang tampaknya sulit, berat, atau bahkan menyakitkan sering kali justru menjadi bagian dari rancangan-Nya yang sempurna.
Tujuan rancangan Tuhan atas hidup kita :
1. Rencana Tuhan Membawa Pertobatan.
Firman Tuhan mengajarkan, langkah pertama untuk mengalami rancangan-Nya adalah pertobatan.
Yesaya 55 : 7
Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
Tuhan memanggil setiap orang fasik meninggalkan jalannya dan setiap orang jahat meninggalkan rancangannya, untuk kembali kepada Tuhan. Tuhan berjanji akan mengasihani dan memberikan pengampunan dengan limpahnya.
Yeremia 29 : 11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Tuhan tetap memegang kendali, sekalipun keadaan hidup tampak buruk. Tuhan mengetahui rancangan yang ada pada-Nya mengenai umat-Nya, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan, untuk memberikan hari depan yang penuh harapan.
2. Rancangan Tuhan Memurnikan Kita.
Kejadian 50 : 20
Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya bahwa mereka memang telah merencanakan kejahatan terhadap dirinya, tetapi Allah merekakannya untuk kebaikan. Apa yang dimaksudkan manusia untuk menghancurkan, ternyata dipakai Tuhan untuk menyelamatkan banyak orang.
Yusuf mengalami pengkhianatan, dijual sebagai budak, difitnah, dipenjara, dan mengalami berbagai penderitaan. Namun, seluruh proses tersebut merupakan bagian dari rancangan Tuhan agar pada waktunya, Yusuf menjadi alat keselamatan bagi bangsa yang besar.
Tuhan sanggup memakai pengalaman hidup yang paling menyakitkan sekalipun untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Ketika manusia melihat kegagalan, Tuhan sedang menyiapkan keberhasilan. Ketika manusia melihat penolakan, Tuhan sedang membuka jalan yang baru. Tidak ada pengalaman hidup yang sia-sia apabila diserahkan kepada Tuhan. Semua dapat dipakai-Nya untuk membentuk karakter, iman, serta pelayanan seseorang.
3. Rancangan Tuhan Adalah Rancangan Keberhasilan.
Yesaya 55 : 11
Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku : ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia. Firman-Nya pasti melaksanakan apa yang dikehendaki oleh-Nya dan berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan-Nya. Tuhan akan menggenapi janji-Nya tepat pada waktunya.
Kita mungkin tidak dapat melihat masa depan, tetapi Tuhan melihat seluruh perjalanan hidup dari awal hingga akhir, karena Ia adalah Allah yang hadir di segala waktu dan mengetahui segala sesuatu, Ia mengetahui apa yang terbaik bagi masa depan setiap kita.
4. Ada Sukacita dan Damai Sejahtera dalam Rancangan Tuhan.
Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera bagi umat-Nya.
Yeremia 29 : 11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Damai sejahtera yang Tuhan berikan bukan sekadar bebas dari masalah, melainkan ketenangan karena mengetahui Ia memegang kendali atas seluruh kehidupan. Ketika kita berjalan dalam kehendak-Nya, kita dapat mengalami damai, keutuhan, pemulihan, kesejahteraan, serta sukacita yang tidak bergantung pada keadaan.
Seperti umat Israel yang selama bertahun-tahun berada di dalam pembuangan serta masa-masa sulit di Babel sekalipun tetap dipelihara secara sempurna oleh Tuhan, dan pada akhirnya kembali ke Tanah Perjanjian dengan rasa sukacita dan mengalami pemulihan.
Agar seseorang dapat berjalan dalam rancangan Tuhan, terdapat beberapa sikap yang perlu dimiliki :
1. Bertobat dan meninggalkan jalan yang salah.
2. Tetap taat dan setia kepada Tuhan sekalipun sedang berada dalam masa-masa sulit.
3. Menyadari bahwa Tuhan adalah Pribadi yang setia dan tetap memegang kendali atas hidup manusia, bahkan ketika segala sesuatu tampak gelap dan tanpa harapan.
4. Mengizinkan Tuhan bekerja melalui setiap proses hidup untuk menggenapi seluruh rancangan-Nya.
Roma 8 : 28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Bukan berarti semua hal yang terjadi selalu baik, tetapi Allah sanggup memakai segala sesuatu, termasuk penderitaan, kegagalan, kehilangan, maupun tantangan hidup, untuk menghasilkan kebaikan menurut kehendak-Nya.
Seperti halnya budaya Jepang Kintsugi, yaitu seni tradisional Jepang yang memperbaiki porselen atau keramik yang pecah menggunakan perekat yang dicampur serbuk emas. Pecahan yang semula dianggap rusak justru menjadi lebih indah dan lebih bernilai setelah dipulihkan. Gambaran ini menunjukkan bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup kita. Tuhan tidak membuang hidup yang hancur karena dosa, kegagalan, atau luka. Sebaliknya, Ia memulihkan, membentuk, dan memakai setiap pengalaman tersebut untuk menghasilkan kehidupan yang memancarkan kemuliaan-Nya.
Jadi, rancangan Tuhan selalu berada di atas rancangan manusia. Jalan-Nya mungkin tidak selalu mudah dipahami, tetapi selalu mengarah kepada kebaikan yang kekal. Tugas kita bukan memahami seluruh rencana Tuhan sejak awal, melainkan percaya, taat, tetap setia, dan terus berjalan bersama-Nya.
Pada akhirnya, setiap proses yang diizinkan Tuhan akan membentuk kita menjadi bejana yang dipakai-Nya untuk memuliakan nama-Nya dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



